Mar
04
2020
0

SCRUM

Menurut Roger S. Pressman (2010, P82), Scrum adalah sebuah metode pengembangan software agile yang dirancang oleh Jeff Sutherland dan timnya pada awal tahun 1990. Dalam beberapa tahun terakhir, pengembangan lebih lanjut dari metode Scrum telah dilakukan oleh Schwaber dan Beedle. Scrum bertumpu pada kekuatan kolaborasi tim, incremental product dan proses iterasi untuk mewujudkan hasil akhir.

Prinsip-prinsip Scrum digunakan untuk memandu aktifitas-aktifitas pengembangan dalam sebuah proses yang menggabungkan aktifitas kerangka kerja yakni Requirement, Analysis, Design, Evolution, dan Delivery. Dalam setiap framework, tugas-tugas terjadi didalam sebuah pola proses disebut sprint. Pekerjaan yang dilakukan didalam sebuah sprint diadaptasi ke permasalahan yang terjadi dan didefinisikan serta dimodifikasi secara real-time oleh tim Scrum.

Scrum menekankan penggunaan satu set pola proses software yang telah terbukti efektif untuk proyek dengan timeline yang ketat, perubahan kebutuhan, dan kritikal bisnis. Tiap proses mendefinisikan satu set kegiatan pengembangan.
Backlog, sebuah daftar persyaratan atau fitur proyek yang menyediakan nilai bisnis untuk pelanggan. Manajer produk menilai blacklog dan meng-update prioritas yang dibutuhkan.

Sprint terdiri dari unit kerja yang dibutuhkan untuk mencapai kebutuhan yang didefinisikan di dalam backlog yang harus sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Tidak ada perubahan selama sprint. Oleh karena itu, sprint memperbolehkan anggota tim untuk bekerja dalam waktu yang singkat tapi dalam lingkungan yang stabil.

Sprint memiliki sifat time-boxed, sprint selesai pada tanggal yang spesifik walaupun pekerjaannya sudah selesai atau belum dan tidak diperpanjang waktunya. Di awal setiap sprint, sebuah tim cross-funtional memilih kebutuhan konsumen dari sebuah daftar prioritas. Selama sprint, item yang dipilih tidak berubah. Setiap hari tim berkumpul utuk meninspeksi perkembangan , dan menentukan langkah yang perlu diselesaikan selanjutnya untuk menyelesaikan tugas yang tersisa.

Scrum meeting merupakan pertemuan singkat yang diadakan setiap hari oleh tim Scrum. Scrum meeting perlu dilakukan untuk membicarakan hal-hal apa saja yang sudah dilakukan sejak pertemuan terkahir, hambatan apa saja yang dihadapi, serta rencana yang ingin diraih di pertemuan berikutnya. Scrum master dibutuhkan untuk memimpin pertemuan singkat tersebut dan menilai respon dari tiap orang. Scrum meeting dapat membantu tim menggali potensial masalah secepat mungkin dan dapat menghasilkan struktur tim yang mandiri.

Demos memberikan perkembangan software untuk pengguna sehingga fungsi yang telah diimplementasikan, diadaptasikan, didemonstrasikan dan dievaluasi oleh pengguna. Demo tidak mungkin berisi semua fungsi yang direncanakan melainkan fungsi-fungsi yang dapat diselesaikan dalam time-box yang direncanakan.

Tahapan Scrum:
• Scrum dimulai dari pembahasan projek antara product owner dengan stakeholder terkait.
• Lalu membuat backlog atau daftar keinginan yang diprioritaskan.
• Selama perencanaan sprint, tim memilih salah satu item dari urutan teratas daftar keinginan tersebut dan memutuskan bagaimana menjalankan potongan tersebut.
• Tim memilih sejumlah waktu (sprint) untuk menyelesaikan pekerjaan, tetapi untuk melihat progresnya akan ada pengecekan yang dilakukan setiap hari.
• Sepanjang pengerjaan, scrum master membuat tim tetap fokus pada tujuannya.
• Di akhir sprint, pekerjaan harus berpotensi untuk dikirim atau diserahkan kepada pelanggan. Sprint diakhir dengan review sprint retrospective yang melibatkan tim scrum, product owner, scrum master, dan stakeholder untuk melakukan inspeksi pada pekerjaan yang telah selesai dilakukan selama sprint dan tim scrum melakukan peninjauan terhadap dirinya sendiri dan membuat perencanaan mengenai peningkatan untuk sprint berikutnya.
• Sprint berikutnya, tim memilih item lain lagi dari backlog produk dan mulai bekerja lagi. Kegiatan-kegiatan tersebut berlangsung sampai proyek dianggap selesai karena deadline dan budget, atau dengan melengkapi seluruh daftar item yang sudah ditentukan di awal.

Contoh Studi Kasus penggunaan scrum dalam pengembangan produk Google AdWords. Google AdWords menggunakan scrum dalam pengembangannya, dengan memiliki tim yang disebar secara terdistribusi di lima lokasi dan menyatukan secara virtual semua produk Google setiap dilakukan perilisan. Dalam pengembangannya, manajer dari proyek Google dibutuhkan untuk mengisi beberapa struktur tim. Hadirnya manajer pada tim scrum bertujuan untuk membantu memberikan arahan untuk menyelesaikan prioritas pekerjaan tertinggi yang dirasa sulit diimplementasikan oleh tim. Dengan hal ini, tim tidak lagi membutuhkan ScrumMaster karena tim sudah dapat berjalan dengan sendirinya.

Written by Eva in: Uncategorized |
Mar
02
2020
1

Hello world!

Welcome to Blog Civitas UPI. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Written by Eva in: Uncategorized |

Powered by WordPress. Theme: TheBuckmaker